Senin, 20 Juli 2020

KONSEP DASAR BERNYANYI SATU SUARA (UNISONO) SECARA BERKELOMPOK

SUMBER GAMBAR:  https://seleb.tempo.co/read/1110397/paduan-suara-itb-gondol-delapan-gelar-kompetisi-di-italia/full&view=ok


KONSEP DASAR BERNYANYI SATU SUARA (UNISONO) SECARA BERKELOMPOK


A. Bernyanyi Secara Unisono  

Warisan budaya Indonesia beraneka ragam.Lagu-lagu daerah merupakan kekayaan danwarisan budaya Indonesia. Warisan budaya Indonesia dikelompokkan menjadi warisan alam, cagar alam atau situs, dan karya tidak benda. Warisan budaya yang telah diakui dunia (UNESCO) antara lain Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Leuser di Aceh, Candi Borobudur dan Prambanan, Situs manusia purba di Sangiran, wayang kulit, keris, batik, angklung, subak di Bali, noken dari Papua, dan tari Saman dari Aceh. Bernyanyi unisono adalah bernyanyi satu suara seperti menyanyikan melodi suatu lagu. Partitur lagu bernyanyi unisono hanya melodi pokoknya saja. Lagu daerah yang merupakan warisan budaya dapat dinyanyikan secara unisono.


B. Teknik Vokal dan Organ Suara Manusia 

 
1. Teknik Vokal
    Pada acara pencarian bakat di televisi istilah-istilah dalam teknik vokal sering kita dengar dari
komentar dewan juri. Istilah-istilah itu antara lain: kejelasan ucapan, kebenaran pemenggalan ucapan
pada kalimat lagu (frasering), sikap dalam bernyanyi, dan kemampuan menyanyikan nada tinggi dan rendah. Berikut ini arti istilah tersebut.
a. Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
b.
Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan     sesuai dengan kaidahkaidah yang berlaku.
c. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
 

2. Teknik Pernapasan
Pernapasan dalam teknik vokal dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut.
a. Pernapasan Dada Dilakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian atas. Pernapasan ini     sangat pendek dan tidak cocok digunakan dalam vokal. Dalam pernapasan dada, bagian tubuh yang        mengembang adalah dada. jenis pernapasan ini biasa dipakai untuk menghasilkan nada-nada rendah.     Namun, kelemahannya sang penyanyi akan mudah kehabisan napas sehingga kurang baik dipakai         ketika bernyanyi.
 
b. Pernapasan Perut Dilakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehingga udara luar dapat        masuk. Pernapasan ini kurang efektif untuk vokal karena udara dengan cepat dapat keluar sehingga        paru-paru menjadi lemah dan cepat letih. Dalam pernapasan perut, bagian tubuh yang mengembang     adalah perut. Jenis pernapasan ini dapat menghasilkan suara sangat keras. Namun, perna asan perut        tidak begitu baik digunakan dalam bernyanyi.
c. Pernapasan Diafragma
    Saat diafragma menegang atau lurus rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan volume           menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang sehingga udara        dari luar dapat masuk ke paru-paru dan napas yang dikeluarkan dapat diatur secara sadar oleh                 diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernapasan ini paling cocok untuk bernyanyi karena         dapat mengambil napas sebanyakbanyaknya dan mengeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur.         Dalam pernapasan diafragma udara ditarik sedalam mungkin dan disimpan dalam diafragma.                 Kemudian, udara dikeluarkan secara perlahan sewaktu bernyanyi. Pernapasan ini memungkinkan kita     menghasilkan suara murni dengan napas yang panjang.
 
C. Berlatih Vokal
    Latihan vokal dapat dilakukan sambil menyanyi, yaitu dengan melakukan eksplorasi lagu model            (lagu yang sudah dikenal dan digunakan untuk mengenal konsep elemen musik). Lagu model                 tersebut dinyanyikan dengan cara nada dasar secara berturut-turut naik dan turun. 
 
  


Minggu, 19 Juli 2020

PROSEDUR PEMBUATAN BATIK

PROSEDUR PEMBUATAN BATIK

Batik merupakan karya seni yang memiliki nilai seni tinggi, yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan dan kebanggaan Indonesia. Karena batik mndapatkan pengakuan dari Unesco sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi ( Masterpieces Of The Oral And Intangible Heritage Of Humanity ) dan terdapat sertifi kat untuk Best Practice Diklat Warisan Batik Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009, dan sejak itulah tanggal 2 Oktober di tetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Meskipun batik peninggalan dari jaman dulu, namun seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi batik makin dicintai rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat semakin banyaknya orang menggunakan batik baik di acara resmi, pernikahan, seragam kantor, busaha harian, bahkan sebagai hiasan yang dipajang.

Beragamnya budaya di Indonesia menghasilkan keragaman motif ragam hias, begitu juga dengan
batik. Namun demikian proses pembuatan batik di berbagai daerah memiliki teknik yang sama.
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika akan membuat batik seperti sebagai berikut :

Prosedur Pembuatan Batik

1. Siapkan alat dan bahan untuk membatik seperti: kain mori sesuai kebutuhan yang telah diketel (proses menghilangkan kanji pada kain dengan cara diuleni dalam larutan minyak kacang) dan canting.


2. Gambar desain di atas kain mori sesuai dengan pola yang diinginkan. Dalam istilah perbatikan tahap ini sering disebut Nglengreng.

3. Panaskan lilin/malam diatas wajan hingga mencair sempurna. Suhu maksimal lilin/ malem sekitar 80 derajat Celcius. Jadi, harus berhati-hati saat menggunakannya.


4. Posisi duduk saat membatik. Duduklah dengan posisi tungku/ kompor batik berada di sebelah kanan (kecuali kidal, tungku/ kompor ada di sebelah kiri) untuk memudahkan mengambil malem dan menggoreskannya ke atas kain mori.

5. Celupkan canting ke dalam wajan yang terisi oleh malem selama sekitar 3 detik sebagai
pengesuaian suhu pada canting.

6. Mulailah menggoreskan canting ke atas kain yang telah dilengreng (dipola) dengan menggoreskannya dari kiri ke kanan sama halnya dengan menulis latin. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan goresan yang baik dan halus.

7. Isilah bagian pola yang kosong dengan ornamen-ornamen seperti garisgaris arsiran maupun titik-titik. Misalnya pada gambar daun mestinya memiliki tulang daun, maka daun tersebut akan diisi garis sesuai dengan kebutuhan. Tahap ini biasa disebut dengan istilah Isen-isen.

8. Tahap nembok artinya mengeblok bagian kain yang tidak ingin terkena warna. Namun, tahap ini dilakukan apabila dibutuhkan warna awalnya.

9. Tahap pencelupan warna. Biasanya menggunakan pewarna sintesis
napthol dan indigosol. diperlukan beberapa kali celupan untuk memunculkan warnanya.

10. Tiriskan kain yang telah dicelup dan diamkan agar warnanya dapat meresap dengan maksimal pada serat kain.

11. Rebus kain dalam air mendidih 100 derajat Celcius untuk melirihkan lilin/ malem yang menempel pada kain untuk memunculkan motif yang telah didisain. tahap merebus ini disebut
nglorod.

12. Cuci kain batik dengan air bersih untuk menghilangkan sisasisa lilin/ malem yang masih menempel. Kemudian, jemurlah dengan angin-angin dan hindari terkena panas sinar matahari langsung.


TEKNIK MENGGAMBAR RAGAM HIAS PADA BAHAN BUATAN

TEKNIK MENGGAMBAR RAGAM HIAS PADA BAHAN BUATAN

Teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan adalah cara menerapkan ragam hias pada bahan buatan. Teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan ada beberapa jenis, tergantung dari bahan dan alat yang digunakan. Ada beberapa teknik menggambar ragam hias pada bahan buatan yaitu :

1. Teknik tenun
Merupakan teknik pembuatan ragam hias pada bahan buatan tekstil dengan menggabungkan benang melintang dan memanjang atau bersilangnya benang lungsi. Dimana benang yang ditenun sebelumnya sudah diberikan warna, yang kemudian di tenun sesuai pola ragam hiasnya dengan menggunakan alat tenun manual atau mesin. Di Indonesia ragam hias yang terkenal dengan menggunaan teknik tenun yaitu di Sumatera dan Kalimantan.

2. Teknik sulam
Sulam merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk membuat ragam hias pada bahan buatan tekstil. Teknik sulam ini menggunakan alat jarum, dan benang yang berwarna dimasukkan dalam lobang jarum yang kemudian baru disulamkan pada kain yang sudah ada gambar pola ragam hias. Cara menyulam pada bahan buatan tekstil dapat dilakukan dengan tusuk jelujur atau dengan tusuk silang, atau dengan tusuk keduanya.

3. Teknik bordir
Teknik bordir pada dasarnya sama dengan teknik sulam, yang membedakan adalah teknik bordir menggunakan mesin jahit bahkan sekarang dapat dilakukan dengan menggunakan komputer.

4. Teknik cetak
Teknik cetak dalam membuat ragam hias dapat diterapkan untuk bahan buatan tekstil, kaca, logam, kayu, keramik dan plastik. Yang dimaksudkan teknik cetak adalah membuat ragam hias dengan alat cetakan. Teknik cetak yang biasa dilakukan untuk membuat ragam hias pada bahan buatan yaitu teknik cetak saring atau biasa disebut sablon. Cetak saring ini menggunakan screenprinting yang sudah ada gambar motifnya, cat dituang di atasnya dan siap untuk mencetakkan di atas bahan buatan. Cara yang lebih mudah menggunakan karton yang sudah dilobangi sesuai motif, tempelkan pada bahan buatan, berikan warna dengan menutup lubang tersebut dengan cat warna.


5. Teknik lukis
Untuk membuat ragam hias dengan teknik lukis dapat dilakukan pada bahan buatan tekstil, kayu, kaca, logam, plastik, dan keramik. Teknik lukis ini sangat mudah dilakukan dan sederhana, yaitu dengan langsung menggambarkan motif ragam hias ke bahan buatan. Alat yang digunakan adalah kuas, palet, dan cat warna.


6. Teknik batik
Pembuatan ragam hias dengan teknik batik hanya dapat dilakukan pada bahan buatan tekstil. Teknik batik dikatakan juga sebagai teknik tutup celup, maksudnya adalah proses pembuatannya dengan menutup permukaan kain sesuai gambar ragam hiasnya menggunakan lilin malam dengan bantuan alat canting. Kemudian dicelupkan pada pewarna tekstil sampai kain terendam, selanjutnya adalah proses penglepasan lilin sampai bersih sehingga akan terbentuk motif yang dikehendaki.



  

MENGGAMBAR RAGAM HIAS

MENGGAMBAR RAGAM HIAS

1.  Pengertian Ragam Hias

Ragam hias atau ornamen merupakan  bentuk karya seni  rupa  yang  sudah  berkembang sejak zaman prasejarah. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak ragam . Ragam hias di Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, flora dan fauna, sertabudaya masing-masing  daerah. Keinginan untuk menghias  merupakan  naluri atau insting manusia. Selain itu, pembuatan ragam hias juga didasarkan atas kebutuhan masyarakatbaik yang bersifat praktis maupun yang terkait dengan kepercayaan atau agama.

2.  Motif Ragam Hias

Ragam hias merupakan  karya seniyang diambil dari bentuk-bentuk flora(vegetal), fauna (animal), figural (manusia),dan bentuk  geometris

a.       Ragam Hias Flora

Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai  hampir di seluruh pulau di Indonesia.

b.      Ragam Hias Fauna (Animal)

Bentuk motif animal dapat dibuat  berdasarkan berbagai jenis binatang, misalnya burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam.

c.      Ragam Hias Geometris

Ragam hias geometris merupakan  motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Gaya ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

d.      Ragam Hias Figuratif

Bentuk ragam hias figuratif berupa objekmanusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk.

3.  Pola Ragam Hias

Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang.

4. Teknik Menggambar Ragam Hias

Gambar ragam hias sangat bervariatif, ada yang  diambildari flora, fauna, manusia,dan bentuk-bentuk geometris. Bentuk gambar  ragam  hias, dapat berupa pengulangan maupun sulur-suluran.

1)      Perhatikan  pola  bentuk  ragam  hias  yang akan digambar.

2)      Persiapkan alat dan media gambar.

3)      Tentukan ukuran  pola  gambar  yang  akan dibuat.

4)      Buat sketsa di salah satu kotak/bidang yang telah dibuat sebelumnya.

5)      Buat bentuk yang sama (bisa dijiplak) pada bidang yang lain.

6)      Mewarnai gambar

 

5.   Mengenal Tokoh Seni Rupa

Pelukis besar kelahiran Kisaran, Sumatra Utara, 14 Desember 1913, ini sangat menguasai teknik melukis dengan hasil

lukisan yang berbobot. Dia guru bagi beberapa pelukis Indonesia. Selain itu, dia mempunyai pengetahuan luas tentang senirupa. Dia kritikus seni rupa pertama di Indonesia.

6.  Rangkuman

     Menggambar ragam hias memiliki pola bentuk gambar  yang teratur dan pola gambar yang tidak teratur.

7. Pola gambar teratur memiliki ukuran pola yang sama. Beberapa daerah  di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan,  Sulawesi, Bali,Madura, dan  Papua  memiliki pola ragam hias menggunakan pola yang teratur. Pada pola ragam hias yang tidak teratur,ragam hias dibuat  lebih ekspresif dan dinamis.Menggambar ragam hias bagi sebagian masyarakat Indonesia bertujuan sebagai penghormatan kepada roh nenek moyang atau mencari keselamatan hidup misalnya pada gambar  ragam hias bentuk  manusia. Menggambar ragam hias bentuk manusia dapat diberi warna hijau, biru, dan dibuat secara utuh atau diambil bagian tubuh  tertentu saja seperti bagian muka.Gambar ragam hias dapat dibuat dengan cara disederhanakan atau dilebih-lebihkan. Gambar ragam hias dapat dijumpai pada pinggiran rumah adat daerah, kain batik, atau benda-benda kerajinan lainnya.  Warna yang digunakan biasanya memiliki ciri khas dan memiliki makna simbolik.Prosedur yang harus dilakukan dalam menggambar ragam hias adalah gambar harus mengikuti bentuk pola gambar   ragam hias yang ada seperti  pola gambar  ragam  hias yang beraturan atau tidak beraturan. Menggambar ragam hias juga harus memperhatikan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan harmonisasi.


ANEKA RAGAM HIAS PADA BERBAGAI BAHAN BUATAN

ANEKA RAGAM HIAS PADA BERBAGAI BAHAN BUATAN

Kalian tentu masih ingat bahwa ragam hias Nusantara memiliki keragaman dan muatan nilai
tradisi sesuai dengan karakter daerah masing-masing yang tersebar diseluruh penjuru tanah air.
Meskipun berbeda tetap memiliki persamaan dalam bentuk dasar motif hiasnya, pola susunan,
pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya. Motif ragam hias yang biasa digunakan untuk menghias
adalah motif fl ora (tumbuhan), fauna (hewan), fi guratif (manusia), dan bentuk geometris.


Jenis Dan Sifat Bahan Buatan
Pengertian bahan buatan adalah bahan yang dibuat oleh manusia, baik secara manual ataupun
masinal. Bahan buatan yang dapat digunakan untuk membuat karya seni dan ragam hias ada
beberapa jenis yaitu :

1. Tekstil.
Bahan buatan tekstil merupakan bahan yang terbuat dari serat dan diolah menjadi benang,
dengan proses penenunan benang diolah menjadi kain. Serat dan proses pembuatan
kain akan berpengaruh pada karakterstik dan sifat bahan tektil. Bahan buatan tekstil yang
digunakan untuk membuat ragam hias atau batik berasal dari serat tumbuh-tumbuhan, yang
memiliki sifat kuat, tahan cuci, tahan panas, dan mudah menyerap keringat. Seperti blaco,
mori, katun, drill, tetra, sanforis. Karya seni yang banyak menggunakan bahan buatan tekstil
adalah batik. Baik sebagai hiasan rumah ataupun dibuat sebagai busana. Bahkan batik
sebagai ragam hias tekstil sudah dicanangkan sebagai warisan budaya oleh Unesco.

2. Logam
Logam merupakan unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Logam memiliki sifat keras, kuat, tidak lentur, dapat dibentuk, tidak menyerap air, tidak mudah terbakar. Yang termasuk dalam bahan buatan logam adalah emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Dalam karya seni bahan buatan logam lebih dibuat sebagai perhiasan atau aksesoris dan benda hias seperti cincin, gelang, liontin, bros, hiasan dinding dan
sebagainya. Bahan buatan logam juga dijadikan sebagai benda fungsional seperti baki, gelas, teko. Karya seni dengan bahan buatan logam banyak dijumpai di Kalimantan Selatan maupun Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Bali.

3. Kaca
Kaca merupakan bahan buatan yang terbuat dari campuran bahan kimia seperti silika, abu soda, dan batu kapur. Kaca memiliki sifat padat, kuat, tembus pandang, tahan panas, mudah dibentuk dan
dipanaskan, tidak menyerap air. Kaca biasanya digunakan untuk keperluan rumah tangga atau dijadikan perabotan rumah tangga seperti cermin, gelas, teko, mangkok, vas bunga dan sebagainya. Bahkan dijadikan komponen dalam rumah seperti jendela dan pintu. Dalam perkembangannya kaca dapat dijadikan sebagai media untuk karya seni dua dimensi dan tiga dimensi. Karya seni kaca dua dimensi
seperti lukis kaca, yang banyak dijumpai di daerah cirebon jawa barat. Bahkan sekarang banyak kita jumpai jendela atau pintu rumah kaca yang ada sentuhan seninya seperti seni kaca patri dan seni kaca gafir.

4. Kayu
Bahan buatan kayu merupakan bahan buatan yang berasal dari tumbuhan, dan memiliki sifat keras, kuat, tidak tahan terhadap air dan api, mudah dibentuk. Kayu lebih banyak digunakan sebagai bahan pembuatan perabotan rumah tangga, membuat rumah, dan untuk membuat karya seni. karya seni dengan bahan buatan kayu dapat berupa ukiran atau lukisan kayu. Contoh kayu yang digunakan untuk karya seni adalah kayu mahoni, jati, pinus, dan kayu olahan seperti triplek. Bahan buatan kayu dalam karya seni banyak dijumpai pada karya seni ukiran. Di Indonesia ada beberapa daerah yang terkenal dengan seni ukiran yaitu Jepara Jawa Tengah, Dayak Kalimantan Barat, Toraja Sulawesi, dan Suku Asmat Papua.

5. Keramik
Keramik merupakan benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat dan telah mengalami proses pembakaran. Tanah liat memiliki sifat yang elastis sehingga mudah untuk dibentuk, yang kemudian dibakar pada suhu yang ditentukan sehingga akan menjadi keras, padat, mudah pecah, dan kedap air. Keamik dengan bakaran rendah disebut sebagai gerabah, seperti kendi, periuk, belanga, tempayan. 

6. Plastik.
Plastik merupakan hasil dari pengolahan minyak mentah, yang memilii sifat tidak tembus air, mudah dibentuk dan dicetak, ringan, tidak mudah dicat, mudah terbakar, lentur, tembus pandang.


JENIS DAN BAHAN PEWARNA
Pewarnaan yang digunakan untuk bahan buatan tekstil terdiri dari dua jenis yaitu perwarna alami
dan pewarna buatan. Pewarna alami diperoleh dari tumbuhan-tumbuhan seperti kunyit untuk
warna kuning, pohon mengkudu untuk warna merah tua, daun nila untuk warna biru tua, daun
jati muda untuk warna merah, daun jarak untuk warna hijau, indigo dicampur soga untuk warna
hitam. Sedangkan pewarna buatan merupakan pewarna sintetis antara lain napthol, indigosol,
dan rapid.

1. Napthol merupakan zat pewarna yang tdak dapat larut dalam air. Untuk melarutkan
menggunakan zat kostik soda. Proses pencelupan dengan menggunakan napthol dilakukan
dua kali yaitu pertama pencelupan dengan napthol warna belum muncul, proses pencelupan
kedua untuk memunculkan warna yaitu dengan larutan garam diazodium. Penggunaan
naptho ini untuk menghasilkan warna-warna yang tua dan dop, dan hanya dengan
pencelupan.

2. Indigosol salah satu zat yang memiliki ketahanan luntur yang baik, berwarna rata dan cerah.
Zat pewarna ini dapat dipakai secara pencelupan dan coletan. Warna yang ditimbulkan dari
zat warna indigosol ini adalah cenderung menghasilkan warna lembut/pastel.

3. Rapid adalah naphtol yang telah dicampur dengan garam diazodium dalam bentuk yang
tidak dapat bergabung (koppelen). Untuk membangkitkan warna difixasi dengan asam sulfat
atau asam cuka. Dalam pewarnaan batik, zat warna rapid hanya dipakai untuk pewarnaan
secara coletan.


Proses pewarnaan pada bahan buatan tekstil dapat dilakukan dengan pengecapan atau printing,
colekan, celupan, dan kuasan. Pewarnaan untuk bahan buatan kayu, kaca, plastik, dan logam dapat menggunakan cat minyak yang dikuaskan pada motif ragam hiasnya. Sedangkan untuk pewarnaan pada bahan buatan keramik atau gerabah dapat menggunakan cat air.
  


Jumat, 17 Juli 2020

MENGGAMBAR FLORA,FAUNA,DAN BENDA BENDA ALAM

MENGGAMBAR FLORA,FAUNA,DAN BENDA BENDA ALAM
 

1.  Pengertian Menggambar
Gambar merupakan bahasa yang universal dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal tulisan.

2. Objek Menggambar
Menggambar tidak hanya mengandalkan imajinasi tetapi terkadang  memerlukan objek. Alam semesta merupakan objek yang tidak akan pernah habis untuk digambar

3. Komposisi
Komposisi dalam menggambar dapat dibedakan dua jenis yaitu simetris dan  asimetris. Komposisi simetris menunjukkan  bahwa  objek di bagian  kanan  sama atau mirip dengan objek di bagian kiri bidang gambar.

4. Teknik Menggambar
Proses menggambar sebenarnya dapat kamu    mulai dengan cara yang sangat sederhana dan mudah  dilakukan.
1) Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar
2) Mengetahui  bagian-bagian dari objek gambar
3) Menyusun atau menyambung bagian per  bagian  menjadi gambar  yang utuh
4) Memberikan  dimensi gelap terang baik hitam putih atau berwarna
5) Memberi kesan untuk latar belakang
a. Teknik Menggambar Flora
Menggambarflora(tumbuhtumbuhan)dapatmemberikanpemahamantentangkeanekaragaman,keindahan,  dan keunikan objek flora yang ada di lingkungan sekitar
b.Teknik Menggambar Fauna
Fauna (hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda, ada yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, berkaki dua seperti ayam, bebek. Ada hewan yang hidup di air dan di darat.
c. Teknik Menggambar Alam Benda
Menggambar alam benda disebut juga menggambar bentuk. Alam benda dapat terdiri atas benda buatan manusia dan benda yang sudah terbentuk dari alam.

5.  Alat dan Media Gambar
Sebagai sarana belajar menggambar, alat dan media memiliki banyak variasi dan macamnya. Kamu bisa menggunakan pensil dengan bahan grafit, pensil warna, bolpoin, dan krayon.
a.  Pensil
Pensil dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pensil dengan tanda “H” dan “B”. Pensil H
memiliki sifat keras dan cocok  digunakan untuk membuat garis yang tipis
b.  Pensil Warna
Pensil warna memiliki variasi warna yang cukup banyak dapat menghasilkan warna yang lembut.
c.  Krayon
Bentuk krayon ada dua  jenis yaitu dalam bentuk pensil dan batangan. Kedua jenis bentuk  krayon ada yang berbahan lunak dan keras
d.  Bolpoin
Selain digunakan untuk menulis bolpoin  juga dapat digunakan untuk menggambar
e.   Kertas Gambar
Menggambar pada dasarnya membutuhkan kertas yang berwarna netral (putih, abu-abu, atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna
6. . Rangkuman
     Kegiatan menggambar merupakan induk atau dasar dari karya seni rupa.Menggambar merupakan aktivitas mental dan fisik yangdituangkan dalam bentuk goresan tangan,  menggunakan media dua dan tiga dimensi. Menggambar menggunakan  imajinasi dan  perasaan  melalup alat gambar  seperti  pensil, bolpoin,  krayon, dan  alat  lain yang  dapat digunakan  untuk menulis.Objek menggambar dapat berbentuk flora (tumbuhan), fauna(hewan), dan alam benda, baik benda buatan manusia  atau benda yang berasal dari alam. Menggambar sebaiknya dimulai dari mengamati objek yang akan digambar, mengatur komposisi gambar, sampai dengan mewarnai hasil gambar.Prosedur  yang  harus  dilakukan  dalam  menggambar harus mengikuti kaidah seni rupa yang lugas, imajinatif, kreatif, dan menyenangkan dengan memperhatikan unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, warna, dan bidang. Selain itu menggambar juga harus memperhatikan prinsip-prinsip seni rupa seperti  proporsi,  komposisi, keseimbangan, tekstur, dan gelap terang.

ANEKA RAGAM HIAS PADA BERBAGAI BAHAN BUATAN

ANEKA RAGAM HIAS PADA BERBAGAI BAHAN BUATAN Kalian tentu masih ingat bahwa ragam hias Nusantara memiliki keragaman dan muatan nilai tradisi ...